CATIE: Lembaga Penelitian Kelas Dunia di Costa Rica

Wallace Building

Turrialba | Tinggal di kampus CATIE (Centro agronomico Tropical de Investigacion y Ensenanza, The Tropical Agricultural Research and Higher Education Center, Pusat Penelitian dan Perguruan Tinggi Pertanian Tropis) memang pengalaman yang luar biasa.  Kampus yang berdiri di atas 1.000 hektar ini sangat asri.  Hijau dengan pepohonan di sana-sini, dengan sebuah telaga di tengahnya.  Saya mendapat kesempatan ini saat saya diminta untuk mempresentasikan instrumen pendanaan REDD+ di Indonesia.

CATIE mungkin adalah lembaga penelitian pertanian dan kehutanan nasional yang paling terkemuka di dunia (seperti saya sebutkan di artikel lain, Center for International Forestry Research, CIFOR, yang berada di Bogor, Indonesia, mungkin lebih baik dan lebih besar.  Tetapi CIFOR adalah lembaga internasional, bukan lembaga penelitian nasional Indonesia).  CATIE dibentuk pada Mei 1940 melalui Kongres Ilmu Pengetahuan Amerika VIII di Washington, DC, Amerika Serikat.  Henry Wallace, saat itu Menteri Pertanian Amerika (belakangan juga menjadi Presiden), mengusulkan didirikannya sebuah lembaga yang khusus mendalami pertanian tropis.  Lembaga ini akan mendukung penelitian pertanian dan pendidikan serta pelatihan di negara-negara di benua Amerika.  pada 1 Juli 1973, CATIE dibentuk melalui kesepakatan antara Lembaga Ilmu Pengetahuan Pertanian Inter-Amerika (Interamerican Institute for Agricultural Sciences (IICA) dengan pemerintah Costa Rica.  Walaupun demikian, CATIE dibentuk sebagai sebuah lembaga land-grant non-pemerintah.

Sejak pembentukannya, bekerjasama dengan organisasi-organisasi lokal, nasional, dan internasional, CATIE melesat menjadi sebuah lembaga yang menaungi kegiatan akademis, kerjasama teknis, dan penelitian kelas dunia.  CATIE mendedikasikan upayanya untuk meningkatkan standar hidup masyarakat pedesaan di negara tropis Amerika, sambil melihat secara holistik aktivitas manusia dan lingkungannya.  Pengetahuan dan informasi yang diproduksi oleh CATIE berperan sangat mendasar dalam memberikan pengertian mengenai struktur genetis populasi tanaman, mengorganisasikan koleksi, mendefinisikan strategi untuk mengumpulkan contoh-contoh, serta memberikan informasi untuk program pengayaan genetis.

Kolam CATIE dari International Club

Bangunan pertama yang sangat mencolok adalah pusat administrasinya, yang berada di Gedung Utama yang diberi nama Gedung Wallace.  Berdiri megah di tengah kampus, gedung besar ini berhadapan dengan lapangan hijau luas dan telaga pada satu sisi, dan pegunungan serta taman nasional Irazu di sisi lain.  Dalam kampusnya terdapat pula bangunan-bangunan untuk kegiatan akademis, kafetaria, hotel, perumahan staf dan mahasiswa, serta Klub Internasional.  Yang hebat adalah adanya Taman Botanik CATIE, yang oleh Lonely Planet diletakkan pada urutan keempat sebagai tempat yang harus dikunjungi di Costa Rica.  Hotelnya sederhana, dengan style seperti apartemen lengkap dengan dapur, ruang duduk, dan lain-lain, tetapi sangat nyaman.

Casa del Cafe

Pertemuan saya pada 28 – 30 Januari 2013 di CATIE ini adalah untuk mempelajari berbagai cara untuk mendanai kegiatan-kegiatan pengelolaan kehutanan di seluruh dunia, utamanya konservasi.  Saya mempresentasikan FREDDI, Trust Fund yang sedang dikembangkan oleh Satuan Tugas REDD+ untuk mendanai implementasi REDD+ di Indonesia.  Presentasi serupa juga diberikan oleh peserta dari negara-negara lain.  Sebagian besar peserta datang dari Amerika Latin, sehingga pertemuan dilakukan dalam dua bahasa, Inggris dan Spanyol.

Saya sengaja datang agak awal, sehingga bisa tinggal di kampus ini pada weekend sebelum pertemuan, sehingga bisa menggunakan waktu saya untuk menulis buku saya yang sudah lama sekali ditulis tapi belum selesai juga.  Memang ternyata saya benar, bahwa mengerjakannya di sini memberikan hasil yang jauh lebih baik.  Tinggal di kampus penelitian kelas dunia memang pengalaman yang luar biasa.


About this entry