Mendanai REDD+: Diskusi di Forest Day

20121203-102308.jpg

Minggu 2 Adesember 2012, seperti hari Minggu di tengah dua minggu COP yang lalu, adalah Forest Day. Tahun ini adalah Forest Day keenam dan, menurut kabar, terakhir. Center for International Forestry Research (CIFOR) tidak akan lagi mensponsorindan mengorganisir Forest Day tahun-tahun ke depan.

Pada Forest Day kemarin, Indonesia cukup terwakilkan. Mas Ahmad Santosa, Ketua Working Group on Legal Reform and Enforcement di Satuan Tugas (Satgas) REDD berbicara mengenai Governance Frameworks for REDD+. Heru Prasetyo dari Satgas REDD+ berbicara mengenai the drivers of deforestation dan mengenai cara menutup gap pendanaan untuk REDD+ di program high-level. Bahkan Yetty Rusli dari Kementerian Kehutanan berbagi panggung dengan Bianca Jagger.

20121203-104808.jpg

Pada high-level panel mengenai cara menutup gap pendanaan untuk REDD+, Heru Prasetyo membagi pengalamannya saat mengelola BRR di Aceh dan Nias.

20121203-105118.jpg

Banyak hal yang perlu diaddress untuk menutup gap pendanaan REDD+ yang sebesar $30-50 miliar per tahun, walaupun jumlah ini hanya sebesar 0,04 persen dari ekonomi dunia. Peran sektor swasta adalah esensial. Don Kanak, dari Prudential Asia, bahkan merasa bahwa kalau saja session ini terjadi dua tahun lalu, maka akan dihadiri oleh banyak sekali orang-orang dari sektor swasta. Bagaimana mengintegrasikan sektor swasta pada mekanisme pendanaan di masa depan untuk REDD+, itulah agenda penting yang harus diaddress saat ini.


About this entry