Revitalisasi Taman-Taman Kota Dengan Gerakan #hiddenpark

20121114-013734.jpg

Bukankan sangat asri bila masyarakat Jakarta bisa bersosialisasi dan berkegiatan di taman-taman hijaunya, ketimbang mesti berkegiatan di mal dan pusat-pusat perbelanjaan?  Bukankah menyenangkan bila taman-taman kota lebih banyak, dan lebih terpelihara, ketimbang makin sedikit dan makin rusak tak terpelihara?  Bukankah sangat bermanfaat bila taman-taman kota ini menjadi pusat berkembangnya kewargaan masyarakat kota, yang sudah terlalu gerah dalam kehidupan keseharian di gedung-gedung? #hiddenpark, dirancang dan diinisiasi oleh Leaf Plus, sebuah firma komunikasi hijau di Jakarta, untuk komunitas kota, menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.

Motivasi gerakan #hiddenpark sebetulnya sederhana saja: untuk merevitalisasi dan meningkatkan minat dan kesadaran masyarakat perkotaan, utamanya Jakarta, atas peran dan manfaat taman kota. Untuk itu, masyarakat diajak untuk menikmati dan memanfaatkan taman-taman kota yang ada di sekitarnya untuk berkegiatan.  Setelah terasa nikmat dan manfaatnya, diharapkan masyarakat akan bahu-membahu memelihara dan menuntut kualitas dan kuantitas taman kota yang lebih baik lagi dari sekarang. Akhirnya, budaya berkomunitas dan berkegiatan di taman-taman kota ini akan terbentuk.

Ironis, memang.  Saat kebutuhan akan taman kota dan daerah terbuka hijau digaungkan di mana-mana, penggunaan taman kota sebetulnya menurun, tergantikan oleh pusat-pusat kegiatan modern seperti mal dan pusat-pusat perbelanjaan yang menjamur di kota-kota besar Indonesia, terutama di Jakarta.  Taman-taman ini menjadi hampir tidak terlihat: hidden. Saat ini, dari hampir 1.000 taman kota yang ada, kurang dari 100 yang masih utuh, sementara hanya sekitar 15 yang layak kunjung. Itupun dengan prasarana yang jauh dari memadai.

Gerakan #hiddenpark dimulai pada 3 November 2012 di Taman Langsat (lihat website #hiddenpark ini) dan akan berakhir pada 25 November 2012. Pada saat penutupan, dengan publisitas yang gencar, maka secara simbolis taman-taman ini mestinya tidak lagi hidden, dan dengan demikian gerakan yang lebih agresif lagi, #sahabattamankota akan dimulai dan akan dilakukan di beberapa taman kota lainnya. Saat ini bahkan sudah banyak warga yang datang dari kota-kota di luar Jakarta yang bertanya apakah mereka bisa ikut gerakan ini di kotanya masing-masing. Diharapkan, gerakan ini akan memicu kegiatan yang berdampak lebih luas. #hiddenpark menjadi #sahabattamankota, yang nantinya terdiri dari #sahabattamanlangsat dan taman-taman lainnya. Bukankah akan lebih indah kota kita jika kita bisa berkegiatan di taman-tamannya yang indah dan hijau?


About this entry